Ringkasan Berita:
- Pada saat itu, menurut Rositah, sekitar pukul 11.25 WIT, Nus Kei baru saja tiba di bandara tersebut dari Jakarta.
- Mengutip halaman Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah bertindak sebagai Calon Bupati Maluku Tenggara untuk periode 2024 - 2029
- Ia memiliki seorang putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai anggota Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora.
–Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau dikenal sebagai Nus Kei, dilaporkan meninggal dunia, Minggu (19/4/2026).
Nus Kei meninggal setelah menjadi korban pukulan dari seseorang yang tidak dikenal (OTK).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menyampaikan bahwa korban menjadi korban penusukan oleh pihak tak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.
Sementara itu, menurut Rositah, pada saat itu sekitar pukul 11.25 WIT, Nus Kei baru saja tiba di bandara tersebut dari Jakarta.
"Tiba-tiba korban ditusuk oleh seseorang yang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Pelaku yang diduga langsung kabur setelah kejadian," ujar Rositah dalam pernyataannya, Minggu (19/4/2026).
Pada saat kejadian, Nus Kei sempat dibawa ke rumah sakit guna menerima perawatan medis.
Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan karena luka tusukan yang dialaminya.
Merespons kejadian tersebut, Polres Maluku Tenggara segera melakukan penyelidikan.
Tidak memerlukan waktu lama, pelaku berhasil ditangkap hanya dalam dua jam setelah kejadian.
Pada kasus ini, dua tersangka dengan inisial HR (28) dan FU (36) telah ditahan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan yang mendalam.
"Untuk motif, masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik," katanya.
Selanjutnya, Rositah menyampaikan bahwa para pimpinan Polda Maluku telah memberikan perintah agar penyelesaian kasus ini dilakukan dengan profesionalisme, transparansi, dan selesai secara menyeluruh.
"Kami mengajak seluruh rakyat, terutama keluarga korban dan para pendukung, untuk tetap tenang serta menyerahkan proses hukum kepada Polri. Jangan sampai terjadi tindakan balasan yang justru memperburuk situasi. Saat ini kondisi di Maluku Tenggara aman dan stabil," katanya.
Profil Agrapinus Rumatora (Nus Kei)
Nus Kei terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, berdasarkan informasi dari infopemilu.kpu.go.id.
Ia tercatat aktif dalam pengurusan partai politik di tingkat Kabupaten/Kota.
Gelar akademik yang sesuai dengan namanya yaitu Drs.
Drs. merupakan kependekan dari Doktorandus, sebuah gelar akademik lama yang pernah digunakan di Indonesia.
Ditujukan kepada pria yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1), khususnya dalam bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.
Mengutip halaman Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah menjadi Calon Bupati Maluku Tenggara untuk periode 2024 - 2029.
Ia memiliki seorang putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai anggota Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora.
Riwayat: Pernah Berkelahi dengan John Kei
Diketahui, Nus Kei pernah berselisih dengan kelompok John Kei.
Salah satunya adalah rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, yang diserang oleh sekelompok orang dari kelompok John Kei.
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya pada masa itu, Irjen Nana Sudjana, menyebut tindakan kekerasan di Cengkareng serta serangan terhadap rumah di Tangerang yang dilakukan kelompok John Kei pada hari Minggu (22/6/2020) sebagai bentuk premanisme yang sangat ganas.
Selama penyelidikan, Nana menyampaikan bahwa pihak berwajib telah menangkap 30 individu yang terlibat dalam dua kejadian tersebut, termasuk John Kei, dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, pada malam Minggu.
"Pada minggu lalu ketika kita memulai Car Free Day, kita dikejutkan oleh tindakan yang bisa disebut sebagai tindakan brutal premanisme di kawasan Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal sebagai kelompok John Kei," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).
Ia menjelaskan, tindakan kekerasan tersebut telah diatur sebelumnya dan menyebabkan korban jiwa di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Kelompok John Kei dikatakan melakukan serangan bersama dan terang-terangan terhadap pihak lain.
Peristiwa kekerasan terjadi pada hari Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Pada peristiwa tersebut, sekitar 5 hingga 7 orang menyerang kelompok Nus Kei.
"Para pelaku berjumlah 5 hingga 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan kejadian tersebut terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Hal ini mengakibatkan satu orang tewas bernama ER," ujar Nana.
Para korban meninggal dunia akibat luka tusukan di berbagai bagian tubuh. Selain itu, satu korban lainnya dengan inisial AR mengalami cedera parah hingga empat jari tangannya terputus akibat bentakan senjata tajam.
Tidak lama kemudian, pada hari yang sama sekitar pukul 12.25 WIB, kelompok yang sama kembali melakukan tindakan kekerasan. Sekitar 15 orang menggunakan empat mobil mendatangi sebuah rumah di klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.
"Kelimabelas orang ini diduga berasal dari kelompok John Kei datang ke rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka pergi ke sana dan mencari seseorang," kata Nana.
Tujuan yang dituju adalah Nus Kei, tetapi pihak yang bersangkutan tidak berada di tempat tersebut. Di dalam rumah hanya ada istri dan anak-anaknya.
Rumah itu memang milik Nus Kei, tetapi dia tidak berada di sana. Yang ada hanyalah istrinya dan anak-anaknya.
Anggota keluarga korban berusaha untuk menyelamatkan diri, tetapi pelaku tetap melanjutkan kerusakan pada beberapa bagian rumah, mulai dari pintu, ruang tamu, hingga kamar.
Hubungan dengan John Kei
Nus Kei merupakan pamannya John Kei, tokoh preman di Jakarta yang berasal dari Maluku Tenggara.
Ia beragama Kristen.
Nus Kei kini juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.
Sebelum meninggal akibat ditusuk, Nus Kei pernah hampir dibunuh oleh keponakannya sendiri, John Kei, beberapa tahun sebelumnya.
Rumahnya berada di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh sekelompok orang dari kelompok John Kei.
Akibat serangan dari kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei, seseorang meninggal dunia setelah ditikam.
Korban yang meninggal adalah Yustus Corwing Rahakbau.
Polisi akhirnya menangkap 30 orang yang terlibat dalam penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka.
John Kei juga ditetapkan sebagai tersangka setelah pihak kepolisian memiliki bukti bahwa terdapat perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei.
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, menyatakan bahwa keributan ini terjadi karena John Kei merasa tidak puas dengan hasil pembagian penjualan tanah.
Nana juga menyebutkan bahwa John Kei dan Nus Kei adalah saudara atau anggota keluarga yang sama.
Bahkan, dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi, Nus Kei menyatakan bahwa hubungannya dengan John Kei adalah sebagai paman dan keponakan.
Pada saat kejadian tersebut, Klaster Australia, Green Lake City, dipertahankan ketat oleh petugas setelah pecahnya keributan, Minggu (21/6/2020).
Setiap individu yang memasuki tempat tersebut harus melalui proses yang sangat ketat.
Dimulai dari tujuan, menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga pemeriksaan suhu tubuh.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyebut tindakan kekerasan di Cengkareng serta serangan terhadap rumah di Tangerang oleh kelompok John Kei, Minggu (22/6/2020) sebagai tindakan kasar yang dilakukan preman.
Dalam penyelidikan, kata Nana, petugas menangkap 30 orang yang terlibat dalam dua kejadian tersebut, termasuk John Kei dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, pada malam Minggu.
"Pada minggu lalu ketika kita memulai Car Free Day, kita dikejutkan oleh tindakan yang bisa disebut sebagai tindakan kasar premanisme di kawasan Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal sebagai kelompok John Kei," ujar Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).
Tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok Joh Kei telah merenggut nyawa seseorang di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kelompok John Kei, menurut Nana, melakukan tindakan kekerasan secara bersama dan terang-terangan terhadap individu di Cengkareng.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB, dan dilakukan penganiayaan oleh kelompok John Kei.
"Para pelaku berjumlah 5 hingga 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan kejadian tersebut berlangsung di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Hal ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia bernama ER," ujar Nana.
Korban meninggal setelah menderita luka tusuk di berbagai bagian tubuhnya.
"Dan satu orang lainnya mengalami luka, yaitu empat jari tangannya terputus akibat bacokan dari AR," katanya.
Selanjutnya, pada hari yang sama, tindakan kekerasan oleh kelompok John Kei kembali terjadi pukul 12.25 WIB.
Sebanyak 15 orang datang ke rumah klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, menggunakan 4 unit kendaraan beroda empat.
"Kelimabelas orang ini diduga berasal dari kelompok John Kei datang ke rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka pergi ke sana dan mencari seseorang," kata Nana.
Seseorang yang menjadi target kelompok John Kei adalah Nus Kei.
Rumah itu memang milik Nus Kei, tetapi dia tidak berada di sana. Yang ada hanyalah istrinya dan anak-anaknya.
"Tetapi istrinya dan anaknya kemudian berupaya untuk meninggalkan lokasi tersebut, sehingga terjadi kerusakan pada rumah itu, mulai dari pintu, lalu ruang tamu dan kamar yang dihancurkan oleh kelompok tersebut," ujar Nana Sudjana.
Nama Nus Kei dalam Kasus Blowfish
Nama Agrapinus Rumatora atau Nus Kei ini sering muncul dalam beberapa perkara yang melibatkan kelompok John Kei.
Salah satu contohnya adalah kasus Blowfish di mana kelompok John Kei menjadi tersangka.
Pada kejadian blowfish, dua anggota kelompok John Kei, yaitu M. Soleh dan Yoppie, meninggal dunia.
Dalam sebuah artikel berjudul "DARI BLOWFISH KE AMPERA", dijelaskan secara rinci perselisihan ini, terlihat bahwa nama Agrapinus Rumatora atau dikenal sebagai Nus Kei disebut menjadi bagian dari kelompok John Kei dalam peristiwa Blowfish pada tahun 2010.
Di dalam tulisan tersebut, Nus Kei dilaporkan menjadi korban pukulan di sebuah tempat hiburan yang diberi nama blowfish.
Nus Kei tiba di blowfish setelah sehari sebelumnya terjadi keributan di tempat tersebut.
Setelah Nus Kei tiba di Blowfish, ia justru menjadi korban pukulan dari beberapa orang.
Nus Kei dihukum setelah sebelumnya sempat berjumpa dengan kepala keamanan bernama Roy dari blowfish.
Pemukulan terhadap Agrapinus Rumatora atau Nus Kei berlanjut menjadi bentrokan yang akhirnya menyebabkan dua anggota kelompok John Kei tewas.
Pada saat itu, diketahui bahwa beberapa orang dari pihak lawan John Kei telah bersiap menunggu ketika mereka mengetahui kedatangan Nus Kei bersama rekan-rekannya.
Kelompok lawan John Kei menerima informasi dari security blowfish mengenai kedatangan Nus Kei.
Setelah kekacauan tersebut, empat orang dari pihak lawan kelompok John Kei ditetapkan sebagai tersangka dan diadili.
Empat individu tersebut ialah Kanor Lolo, Bernadus Malelak, David Too, dan Rando Lili.
Disebutkan pula bahwa keributan tersebut sebenarnya disebabkan oleh John Kei yang sedang bersaing dalam bisnis dengan Thalib Makarim, seorang tokoh dari kelompok lain.
Disebutkan bahwa bisnis yang sedang bersaing pada masa itu adalah jasa pengamanan, serta usaha penyedia kebutuhan umum dan restoran, seperti minuman beralkohol.
Namun, pada masa itu Nus Kei dan Tito Refra sama-sama menyangkal bahwa keributan tersebut terjadi akibat persaingan bisnis.
Namun, seiring perkembangannya, persidangan kasus blowfish di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sempat menarik perhatian karena terjadi keributan antara dua kelompok.
Bahkan Tito Kei menjadi korban tembakan dalam keributan yang menargetkan PN Selatan sebagai tempat persidangan kasus Blowfish.
Kronologi Kejadian
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, meninggal dunia akibat ditikam saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada hari Minggu (19/4/2026).
Kejadian dimulai ketika Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada siang hari Minggu sekitar pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku.
Saat tiba di depan pintu keluar bandara untuk menyambut keluarganya, Nus Kei langsung ditusuk oleh seseorang yang tidak dikenal (OTK).
Pada saat itu, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora segera menyerang pelaku. Namun, pelaku akhirnya melawan dan kabur.
Beberapa menit kemudian, seorang pria yang diduga pelaku datang dengan mengenakan jaket merah dan memakai masker, langsung menusuk Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora.
"Menyaksikan kejadian itu, Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan menyerang yang diduga pelaku, tetapi pelaku melawan dan berhasil kabur," demikian pernyataan resmi yang diterima Tribunnews.com dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu.
Setelah itu, Nus Kei sempat berlari masuk ke bandara namun jatuh dan mendapatkan bantuan dari petugas yang ada di tempat tersebut.
Nus Kei kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.
Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal karena pendarahan parah dan cedera pada organ penting," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei mengalami empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher sebelah kiri, serta tulang punggung.
Di sisi lain, tujuan Nus Kei datang ke Kabupaten Maluku Tenggara adalah untuk menghadiri acara partai.
"Kedatangan Agrapinus Rumatora, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, untuk menghadiri Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 22 April 2026," ujarnya.
Sampai saat ini, motif pelaku dalam melakukan penganiayaan terhadap Nus Kei masih belum jelas. Selain itu, informasi mengenai apakah pelaku telah ditangkap oleh pihak berwajib juga belum diketahui.
Derita 4 Luka Tusuk
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam oleh seseorang yang tidak dikenal (OTK) saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada hari Minggu (19/4/2026).
Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, mengonfirmasi adanya kejadian tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Nus Kei pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Dave menyebutkan bahwa korban mengalami empat luka tusuk akibat serangan oleh pihak tak dikenal.
"Empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher sebelah kiri, serta tulang punggung," ujarnya kepada Tribunnews.com.
Dave menceritakan detik-detik penusukan terhadap Nus Kei dimulai ketika korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun setelah tiba dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku sekitar pukul 10.45 WIT.
Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT880 (yang dinaiki Nus Kei) mendarat di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," katanya.
Kemudian, Nus Kei segera berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menyambut keluarga besar yang telah menunggu.
Kemudian, tiba-tiba korban dihampiri oleh seorang laki-laki yang mengenakan jaket berwarna merah serta masker dan langsung melakukan penganiayaan dengan menusuk.
"Beberapa menit kemudian, seorang pria yang diduga pelaku datang dengan memakai jaket merah dan mengenakan masker langsung menusuk Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," ujar Dave.
Menyaksikan kejadian itu, saudara korban, Antonius Rumatora, segera melemparkan pelaku. Namun pelaku melawan dan akhirnya kabur.
Pada kesempatan itu, Dave menceritakan bahwa Nus Kei pernah mendapatkan bantuan dari petugas bandara.
"Saudara Agrapinus Rumatora sempat berlari masuk ke bandara, tetapi jatuh di pintu keluar bandara dan mendapat bantuan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," katanya.
Kemudian, Nus Kei segera dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan kesehatan.
Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia karena pendarahan berat pada organ vital akibat luka tusukan yang dialaminya.
"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat perdarahan berat dan cedera pada organ penting," kata Dave.
2 Pelaku Ditangkap
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka yang melakukan penusukan terhadap Nus Kei.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menyampaikan bahwa tersangka ditangkap tidak lama setelah kejadian tersebut terjadi.
Sedangkan jumlah pelaku keseluruhan sebanyak dua orang dengan inisial HR (28) dan FU (36). Namun, mengenai motifnya, Rositah menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik.
"Untuk motif, masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik," katanya.
Selanjutnya, Rosita menyampaikan bahwa kepala Polda Maluku telah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani dengan profesional, transparan, dan selesai.
"Kami mengajak seluruh rakyat, terutama keluarga besar korban dan pendukungnya, untuk tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada Polri. Jangan ada tindakan balasan yang bisa memperburuk keadaan. Saat ini kondisi di Maluku Tenggara aman dan stabil," katanya.
Posting Komentar untuk "Profil Nus Kei Tewas Ditikam OTK, Siapa John Kei? Kronologi dan Jejak Kasus Blowfish"