zmedia

India uji jalan ajaib, mobil melambat tanpa polisi

India Menguji Jalannya Ajaib, Bisa Membuat Mobil Melambat Tanpa Perlu Petugas Lalu Lintas

India Menguji Jalannya Ajaib, Bisa Membuat Mobil Melambat Tanpa Perlu Petugas Lalu Lintas

India baru-baru ini sedang menguji jalannya yang unik berwarna merah. Bukan hanya sekadar berwarna, ternyata tujuannya sangat bermakna.

Ferdian 18 April, pukul 14.00 18 April, pukul 14.00

- India memang berbeda, terbaru muncul inovasi yang datang dari sektor konstruksi khususnya jalan raya.

Ya, mereka membangun jalan berwarna merah yang dirancang agar pengemudi secara otomatis mengurangi kecepatan, tanpa memerlukan bantuan kamera tilang atau tanda peringatan.

Jalan dengan warna merah terang ini terletak di kawasan hutan lindung Veerangana Durgavati Tiger Reserve, Madhya Pradesh, tepatnya pada bagian National Highway 45.

Proyek ini merupakan yang pertama di India yang menggunakan efek visual dan pengalaman berkendara untuk memengaruhi tingkah laku pengemudi.

Berdasarkan laporan Indian Defence Review (IDR), hari Kamis (16/4/2026), Otoritas Jalan Nasional India atau National Highways Authority of India (NHAI) mengaspal jalan sepanjang 2 kilometer menggunakan bahan thermoplastik berwarna merah dengan ketebalan 5 milimeter.

Lapisan itu tidak hanya menarik secara penampilan.

Saat kendaraan melewati jalan, pengemudi akan merasakan getaran halus serta perubahan suara dari ban.

Efek ini memang tidak sekuat rintangan jalan, tetapi cukup untuk membuat pengemudi mengurangi kecepatannya.

NHAI menggambarkan konsep ini sebagai "pemetaan merah di meja" pertama pada jalan nasional India, yang terinspirasi dari praktik di Dubai serta berbagai studi mengenai pengaturan kecepatan di area yang rentan secara ekologis.

Zona merah berada di lokasi rentan sepanjang 2 kilometer, yaitu wilayah di mana kondisi jalan bersinggungan dengan jalur pergerakan hewan liar.

Inovasi ini juga didukung oleh fasilitas lain. Dalam proyek jalan yang panjangnya 11,96 kilometer melewati hutan, dibangun 25 terowongan bawah jalan (underpass) khusus untuk satwa.

Posisinya disesuaikan sesuai dengan jalur perjalanan hewan yang telah dipetakan sebelumnya.

Desain terowongan bawah tanah dirancang sesuai dengan bentuk permukaan tanah dan aliran air sehingga terlihat alami bagi hewan.

Selain itu, pagar kawat (chain-link fencing) dipasang sepanjang jalan guna menghalangi hewan memasuki badan jalan serta mengarahkan mereka ke jalur penyeberangan yang lebih aman.

Kamera pengawas juga dipasang untuk memastikan hewan benar-benar menggunakan underpass tersebut, sementara lampu tenaga surya digunakan di beberapa lokasi untuk meningkatkan visibilitas tanpa merusak alam.

Tindakan ini didukung oleh berbagai penelitian internasional yang menunjukkan bahwa tabrakan antara kendaraan dan hewan liar merupakan isu yang sangat serius.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi pagar dan jalur penyeberangan dapat mengurangi jumlah kecelakaan sekitar 83 persen.

Sebaliknya, penggunaan pagar saja hanya mampu menurunkan sekitar 54 persen, sementara jalur penyeberangan tanpa pagar dinilai hampir tidak efektif.

Panjang pagar juga memengaruhi, di mana pagar yang kurang dari 5 kilometer cenderung tidak konsisten, sedangkan yang lebih panjang cenderung lebih efisien.

Salah satu kelebihan jalan merah ini adalah dampaknya yang cukup minim terhadap lingkungan.

Lapisan plastik termal tidak mengubah struktur jalan maupun sistem pengelolaan air hujan, menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan trotoar, serta dapat dengan mudah diperbaiki atau dilepas bila diperlukan.

Hal ini menjadikan proyek tersebut sebagai percobaan atau proyek pengujian yang berpotensi diimplementasikan di area lain, khususnya jalan yang melewati habitat hewan.

Tindakan India ini selaras dengan arus global dalam pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan.

Negara lain seperti Chili juga mulai mengadopsi pendekatan yang serupa.

Pada tahun 2026, pemerintah Chili berencana membangun jalan sepanjang 126 kilometer di Pulau ChiloƩ yang dilengkapi tujuh koridor khusus untuk satwa liar.

Keberhasilan proyek jalan merah akan dinilai melalui beberapa parameter, seperti penurunan kecepatan kendaraan, pengurangan kecelakaan dengan hewan, serta tingkat penggunaan terowongan bawah tanah oleh satwa.

NHAI menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan kebutuhan manusia, keselamatan lalu lintas, serta perlindungan lingkungan, khususnya di tengah berkembangnya pembangunan jalan yang melalui area alami.

Jika terbukti efisien, konsep jalan yang "berkomunikasi dengan pengemudi" ini memiliki kemungkinan menjadi standar baru di wilayah yang rentan di masa depan.

Copyright 2026

Related Article

Posting Komentar untuk "India uji jalan ajaib, mobil melambat tanpa polisi"