zmedia

Makanan pedas turunkan risiko penyakit jantung dan otak, ini penjelasan ilmuwan

Para ilmuwan menemukan bahwa mengonsumsi makanan pedas secara teratur dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan otak.

Temuan ini didapatkan dari sebuah penelitian yang dilakukan di Provinsi Sichuan, Tiongkok, yang melibatkan puluhan ribu orang dewasa.

Dalam studi tersebut, para ilmuwan mengamati kebiasaan makan individu dewasa selama periode tertentu dan menghubungkannya dengan risiko kondisi jantung dan otak.

Akibatnya, individu yang sering mengonsumsi makanan pedas, terutama cabai, cenderung memiliki tingkat risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah otak dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Penelitian ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Marialaura Bonaccio dari IRCCS Neuromed, Italia. Ia telah lama mengkaji pengaruh cabai terhadap kesehatan jantung di Eropa.

Bonaccio menyatakan, temuan dari Tiongkok tersebut memperkuat asumsi bahwa cabai mungkin memiliki dampak perlindungan bagi sistem kardiovaskular, meskipun tetap perlu dipertimbangkan dalam konteks gaya hidup dan budaya masing-masing masyarakat.

Konsumsi paprika dan risiko gangguan jantung

Dilansir dari Earth.com, Kamis (9/10/2025), dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnalZhonghua Liu Xing Bing Xue Zazhipada tahun 2025, sekelompok ilmuwan melakukan analisis terhadap data dari 54.859 orang dewasa.

Berdasarkan data tersebut, mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan kelompok yang jarang mengonsumsi makanan pedas, peserta yang mengonsumsinya enam hingga tujuh hari dalam seminggu memiliki tingkat risiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung iskemik serta gangguan serebrovaskular.

Penurunan risiko juga terlihat pada stroke iskemik, yaitu kondisi di mana aliran darah ke otak mengalami hambatan.

Bahkan, semakin sering seseorang mengonsumsi makanan pedas, semakin kecil kemungkinan terjadinya stroke iskemik yang terlihat.

Menariknya, rasa pedas yang tidak terlalu kuat justru berkaitan dengan penurunan kemungkinan mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah otak secara keseluruhan.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas sejak usia muda dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah meskipun efek ini tidak terlihat pada stroke hemoragik.

Peran kapsaisin dalam cabai

Rasa pedas dari cabai dihasilkan oleh senyawa aktif bernama kapsaisin. Senyawa ini tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga berinteraksi dengan reseptor khusus dalam tubuh, termasuk pada saraf dan lapisan pembuluh darah.

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemicuan reseptor tertentu secara teratur mampu meningkatkan produksi oksida nitrat, senyawa yang berfungsi dalam mengendurkan pembuluh darah dan memperbaiki sirkulasi darah.

Efek tersebut berkaitan dengan penurunan tekanan darah, khususnya pada orang yang menderita hipertensi.

Pembuluh darah yang lebih rileks dan fleksibel dianggap mampu mengurangi beban kerja jantung serta mengurangi potensi kerusakan pada pembuluh darah dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, manfaat dari kapsaisin tidak hanya terasa sebagai rasa pedas yang singkat, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan sistem pembuluh darah secara keseluruhan.

Didukung penelitian sebelumnya

Temuan dari Sichuan ini memperkuat temuan penelitian sebelumnya. Penelitian yang dipublikasikan dalam BMJ (Clinical research ed.) Pada tahun 2015, ditemukan bahwa individu yang mengonsumsi makanan pedas 6 hingga 7 hari dalam seminggu memiliki tingkat risiko kematian yang 14 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang memakannya.

Pengurangan risiko ini juga terlihat pada kematian akibat penyakit jantung iskemik dan gangguan pernapasan.

Di sisi lain, sebuah penelitian kohort di Italia menemukan bahwa mengonsumsi cabai lebih dari 4 kali dalam seminggu terkait dengan tingkat kematian keseluruhan dan kematian akibat penyakit jantung yang lebih rendah.

Menariknya, hubungan tersebut tetap bertahan meskipun para peneliti mempertimbangkan ketaatan responden terhadap pola makan Mediterania.

Tidak mampu mengobati penyakit jantung dan otak

Namun, para ilmuwan menekankan bahwa temuan ini tidak berarti cabai mampu menyembuhkan penyakit jantung atau otak.

Penelitian yang dilakukan bersifat observasi, sehingga hubungan sebab akibat belum bisa dipastikan.

Namun, konsistensi hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan pedas secara rutin sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Para pakar menganggap, manfaat tersebut kemungkinan muncul dari gabungan dampak biologis kapsaisin dan gaya hidup masyarakat yang terbiasa mengonsumsi cabai.

tingkat rasa pedas juga perlu diperhatikan. manfaat kesehatan justru terlihat saat mengonsumsi cabai dengan intensitas ringan hingga sedang, bukan yang sangat tinggi.

Bagi warga yang ingin mencoba, penggunaan cabai sebagai bahan masak sehari-hari bisa menjadi langkah sederhana.

Namun, individu yang memiliki kondisi tertentu seperti gangguan pencernaan tetap disarankan untuk menyesuaikan penggunaan sesuai dengan kemampuan tubuh dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika diperlukan.

Posting Komentar untuk "Makanan pedas turunkan risiko penyakit jantung dan otak, ini penjelasan ilmuwan"